Postingan

Perempuan yang Menanggung Dunia dan Seisinya: Bukit Kesengsaraan

Gambar
     Perempuan itu berjalan dengan terseok-seok. Ia benar-benar harus berhati-hati menapak jalanan di depannya. Dengan matanya yang tersisa, ia bersusah payah memandang dunia tidak hanya dari satu sisi. Seperti halnya jalan bebatuan yang kini dipijak kaki kecilnya. Ia harus melebarkan matanya yang tinggal satu, mengasah mata kakinya dengan insting agar jalan yang ia tempuh benar-benar mengantarkannya ke tujuan selanjutnya.     Bukit Kesengsaraan. Orang-orang yang mendengar nama bukit itu sudah pasti akan menarik kakinya jauh-jauh. Enggan mengakrabi sumber kesengsaraan yang bahkan sudah memburu hidup mereka tanpa perlu repot-repot didekati. Dahulu, pernah ada seorang pemuda yang nekat mendaki bukit itu. Ia sangat penasaran dengan kesengsaraan dalam hidupnya yang tidak pernah berhenti barang sehari. Minggu sebelumnya, rumahnya hancur terkena badai. Hari berikutnya ternaknya dicuri, sepuluh ekor sapinya hilang tanpa sisa. Belum kering bekas sengsara di dadanya, eso...

Perempuan yang Menanggung Dunia dan Seisinya: Sungai Airmata

Gambar
      Pada zaman dahulu, hiduplah seorang perempuan yang senang mendengarkan cerita. Setiap hari, ia berkelana dari hutan ke hutan demi memperoleh cerita baru untuk ia simpan. Suatu ketika, ia bertemu dengan seorang pertapa. Pertapa itu memberinya kabar bahwa di atas Gunung Wakiwaki hidup seorang juru cerita yang sangat melegenda. Ia telah hidup lebih dari 100 tahun  dan telah berkelana sampai ke ujung dunia. Konon, juru cerita itu tinggal di sebuah gua berdindingkan ingatan, berlantaikan kenangan serta beratapkan cerita.     Mendengar hal tersebut, perempuan itu lantas bergegas meniti jalan menuju Gunung Wakiwaki. Jalanan menuju ke sana tidaklah mudah. Ia harus melewati Sungai Airmata, Bukit Kesengsaraan, Padang Kesedihan serta mendaki Puncak Pengkhianatan. Setelah beberapa lama berjalan, sampailah ia dipemberhentian pertama yaitu Sungai Airmata. Perempuan itu diam. Berpikir bagaimana caranya ia dapat menyeberangi sungai. Arusnya sangat deras dan ia baru s...

Kisah Wanita dalam Gua

Dahulu kala, hiduplah seorang wanita yang sepanjang hidupnya tinggal dalam sebuah gua. Ia hanya sesekali keluar untuk mengumpulkan bahan makanan. Baginya, tidak ada tempat yang lebih hangat dan nyaman selain gua yang ia sebut rumah itu. Maka setiap kali cadangan makanannya terkumpul, ia bergegas menuju guanya lagi. Tidak ada alasan untuknya tinggal lebih lama di luar sana. Suatu hari, datanglah sesosok manusia ke dalam gua, namanya Pengembara. Orang itu lantas bercerita tentang kisah hidupnya yang kerap berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Bagaimana ia bertemu banyak manusia di luar sana dan belajar dari kisah-kisah yang dituturkannya. Sampailah ia pada cerita perjalannya mengarungi samudra. Ia menggambarkan air yang maha luas itu dengan sempurna. Ia bercerita tentang merdunya suara debur ombak yang memecah pantai. Angin yang menerbangkan anak-anak rambutnya dan mendorong layar kapalnya jauh menepi ke sebuah pulau baru. Ia juga menggambarkan ikan yang berenang seperti sedang...

Aku Hanya Ingin Menangis di Hadapanmu

 Aku ingin menangis di hadapanmu mendung di mataku sudah bergelung menampung beban hidup yang katanya masih bisa aku pikul Aku ingin menangis di hadapanmu seperti riak sungai di kala hujan keruh dan berisik mengantar sampah-sampah perasaan khawatir yang selama sudah membusuk tersimpan di hulu pikir

When You Say that You Love Me, You Have No Idea What's Going to Happen

Humans are born supposely to love and be loved. Anyway, it might be right in some ways or it can be wrong either. We all know, loving does not always make everything happy. Even, it can hurt, a lot. We have to prepare for the worst if we dare to love someone. My parents love me so much. Technically, they do not literally say that words very often. But, I just know they do. No matter how bad I am in getting troubles their love just .... You know... I mean they do get angry or something but it is just the other form of love, isn't it? Loving makes you angry, cry, worry, sad, regret, dissapoint, jealous and happy at once. So, I guess you have totally understood when you say you love me it will never be simple. I am afraid I have to say, there is no turning back. "I think you're so unique. I mean, that's cool" "Your opinion will never enough to love me," I answer. He smiles and answers me back. "I'll do anything." "Do you...

Mine is always The Best

Tidak pernah salah untuk merasa bangga. Semua jenis makhluk di alam semesta punya hak, termasuk kamu. Tidak apa-apa dan tidak berdosa. Akupun begitu. Tentu saja aku boleh bangga, tapi jangan pernah menjadikan kebanggaanmu sebagai jalan untuk meremehkan orang lain. Semua orang tidak pernah mau dan tidak pernah suka diremehkan. Kamu pasti setuju. Dan aku manusia biasa. The rule works on me as well. Hehehe. Dalam dua puluh tiga tahun hidupku aku selalu berusaha menjaga perasaan orang lain. Siapapun. Tak terkecuali kamu kalau mungkin kita kenal. Tapi, ya, kita tidak pernah bisa menyamakan orang lain dengan diri kita sendiri. Hidup memang menuntut perbedaan. Semua ingin yang terbaik dalam hidupnya. Manusiawi. Manusia ingin terlihat baik. Aku mengerti. Tapi, untuk menjadi terlihat baik kadang tanpa disadari kita melukai hati orang lain. Kok bisa? Ya, bisalah... “Waaaah... Mobil baru ini! Mantap! Pujinya seraya mengelus-elus bodi mobil yang baru dua hari terparkir di garasi. “Hehehe. ...

Tas Baru

“Hei, tunggu!” Suaramu sekonyong-konyong merantai hati dan langkah kaki . Lantas, bisaku jadi bisu. Kakiku jadi kaku. Waktu mati . Semesta pergi . Hanya aku dan kau dalam ruang tanpa batas. Derap-derap langkahmu itu mulai mendekat namun bagi kita ukuran mili telah berubah menjadi tahun cahaya . Tidak pernah ada lagi dekat dengan dengan definisi yang sama. Tidak akan pernah ada. “Kamu melupakan sesuatu,” katamu. Aku ingin tertawa mendengar perkataanmu. Andai kau tahu tidak tersisa seperseribu tetespun kata lupa dalam memoriku. Aku ingat semuanya, walau katanya kenangan bak buih yang bisa menguap tanpa jejak . Hatiku menggedor-nggedor batin untuk tegas menolak lupa. “Lupa?” sindirku. “Ya, kamu lupa membawa tasmu.” Aku sangat ingin berbalik. Namun, aku lebih takut apa yang akan kulihat nanti, wajahmu yang memikat seperti malaikat . Lalu, aku akan melihat mulut kecilmu yang selalu bisa menampung milyaran kata manis tanpa pernah habis. Tidak! Batinku belum sekuat itu, dia...