Sendiri


Tidak ada yang lebih manusia takuti

ketimbang hidup dalam kesendirian

seperti, 

saat rumah terasa terlalu luas untuk ditinggali

saat kicau burung di suatu pagi

justru terdengar sebagai sebuah elegi

mengiringi kematian semesta


Hanya kita sendiri yang tertinggal

dalam kehampaan yang luas

yang batasannya,

tidak lagi diketahui

saking jauhnya barangkali

atau

bahkan batas sekalipun

tidak sudi

untuk hadir

menemani kesendirian kita


Sementara,

ketakutan dan kekhawatiran

menggantung di langit-langit rumah

semakin dekat saat mata mengerjap

namun

saat kita memejamkan mata

gelap sekali lagi memutar cerita-cerita sedih

yanng bahkan lebih buruk

dari kesendirian itu sendiri


Lantas,

mampu kita hanya menangis

meratapi ketidakberdayaan kita

sampai akhir pun

kita tidak berteman siapa-siapa.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Happy birthday Gagas!

Perempuan yang Menanggung Dunia dan Seisinya: Bukit Kesengsaraan

It's Okay to Cry, It Makes Us Human